Pengalaman Migrasi dari Blogger ke WordPress

2 min read

Pengalaman Migrasi dari Blogger ke WordPress – Saya yakin, Anda yang berkunjung ke artikel ini adalah seorang blogger non-professional yang penasaran gimana rasanya memakai WordPress. Atau mungkin, ingin kepoin pengalaman mimin dalam proses migrasi platform blogging ini, hehe.

Pengalaman migrasi ke WordPress yang saya lakukan adalah yang dulunya memakai Blogger, dan sekarang memakai platform WordPress. Sebelum saya melakukan proses migrasi, saya sudah memikirkan secara matang. Mulai dari biaya yang harus dikeluarkan, masalah yang timbul efek migrasi, proses perawatan yang berbeda, pengunjung organik yang memudar, posisi SERP yang turun, dan masih banyak lain sebagainya.

Meskipun banyak masalah yang akan saya hadapi, saya tetap bersikeras untuk migrasi. Hal tersebut dikarenakan saya tergiur dengan banyak fitur dan kelebihan dalam menggunakan platform WordPress ini. Diantaranya, banyaknya plugin yang mempermudah dalam mengelola blog, juga kita memiliki akses yang lebih bebas dibandingkan Blogger, dan terakhir adalah agar terlihat professional.

hosting domainesia

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam proses migrasi adalah proses pemilihan hosting. Disini, saya masih menumpang hosting web pondok pesantren yang kebetulan juga saya menjadi pengelolanya. Jenis hosting yang saya gunakan adalah shared hosting paket Super yang saya beli di Domainesia. Saat itu saya sewa pertahun dengan biaya sekitar Rp400rb-an.

Masalah Baru

Setelah web pondok sudah berjalan, saya segera melakukan proses migrasi, dan tidak sampai setengah jam, proses migrasi yang saya lakukanpun berhasil. Namun, disaat itu juga muncul berbagai masalah. Diantaranya, banyaknya permalink yang rusak, dan banyak gambar yang tidak ikut ter-import. Saat itu, jumlah postingan blog saya adalah 130 artikel. Untuk mengatasi permalink yang rusak, saya menggunakan plugin yang bernama “Redirect“. Dengan menggunakan plugin tersebut saya berhasil mengalihkan 130 permalink menjadi url yang sesuai dengan struktur WordPress. Namun masalah belum selesai sampai disitu, rupanya untuk pengguna mobile belum teralihkan, dikarenakan struktur permalink pada Blogger versi mobile adalah adanya kode “?m=1” pada ujung url. Tetapi alhamdulillah masalah tersebut bisa terselesaikan, dengan menambahkan sebuah kode pada file .htaccess yang terdapat pada file manager hosting.

Setelah masalah permalink selesai, saya menyelesaikan masalah selanjutnya. Yaitu gambar yang tidak muncul setelah proses migrasi. Gambar yang saya maksudkan adalah gambar thumbnail. Saya baru menyadari, untuk menambahkan thumbnail, kita harus mengupload sebuah foto pada “Featured Image” di dalam post editor. Dalam platform Blogger tidak ada hal tersebut, di Blogger thumbnail akan muncul otomatis dengan menggunakan gambar pertama sebagai patokannya. Masalah tersebut akhirnya bisa saya selesaikan dengan cara yang lelah, yaitu dengan mengupload gambar satu persatu pada 130 artikel tersebut. Namun saya memakai sebuah metode agar tidak perlu capek download-edit-upload gambar thumbnail tersebut. Disini saya menggunakan bantuan plugin External Featured Image. Yang dimana kita hanya perlu menggunakan link pada gambar yang sudah tersedia di blog tersebut.

pengunjung menurun
Source: doel.web.id

Seiring berjalan waktu, saya sudah merasakan efek dari proses migrasi ini. Seperti pendapatan AdSense yang menurun, Jatuhnya grafik pengunjung, dan masih ada yang lain. Tetapi hal tersebut sepertinya hanya terjadi sementara waktu saja. Karena beberapa hari kemudian, pengunjung saya kembali naik walaupun tidak seperti saat berada di platform Blogger.

Kelebihan Menggunakan WordPress

Meskipun banyak masalah yang saya hadapi, namun banyak juga kelebihan yang saya dapatkan. Diantaranya adalah terbantunya membuat artikel yang SEO. Seperti adanya plugin Yoast SEO yang dapat membantu saya membuat artikel yang Friendly dengan Search Engine Google. Saya juga sangat terbantu dengan plugin tersebut, karena terkadang, saat saya membuat artikel pasti penuh dengan keyword yang ditarget. Tanpa memperdulikan Keyword Density yang sudah max dalam artikel tersebut.

Hal lain yang dijadikan alasan saya berpindah platform adalah karena di WordPress saya bisa menambah “Member” yang bisa langsung berkontribusi dengan website saya ini. Seperti adanya form Register Member yang bisa langsung diakses oleh pengguna.

Dengan menggunakan WordPress.org, akan menambah kesan professional dalam mengelola Blogger. Juga Anda akan mendapatkan ratusan ribu template yang enak dipandang mata. Selain itu, blog yang dikelola akan lebih bebas mengakses dan lebih aman. Karena kita tidak dalam aturan Google yang bisa saja sewaktu-waktu menebas blog kita tanpa memberitahukan terlebih dahulu.

Apakah Harus Memakai WordPress?

Bagi Anda yang masih bingung untuk bermigrasi atau tidak. Saya kira Anda harus memikirkan secara matang dan harus menerima semua resiko yang ada. Mulai dari biaya sewa hosting dan domain yang harus dibayar pertahun, tenaga yang dikeluarkan untuk memperbaiki seluruh artikel, mengalihkan semua broken link yang ada, siap mental untuk turunnya pengunjung dan earning harian, dan masih banyak yang lainnya.

Earning Menurun

Tetapi mungkin bila Anda bersemangat untuk melakukan tugas tersebut dan juga aktif untuk mengupdate artikel setiap harinya, saya pastikan blog Anda akan naik kembali seperti sebelumnya, atau mungkin bisa juga meningkat signifikan. Semua tergantung skill, konsistensi, dan juga keberuntungan.

Penutup

Mungkin hanya hal tersebut saja yang dapat saya sampaikan tentang pengalaman pribadi saya dalam migrasi dari Blogger ke WordPress. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda agar tidak grasa-grusu untuk ber-migrasi tanpa memikirkan situasi dan kondisi. Sekian dari saya, wassalam.